Skip to main content

Posts

Specialist atau Generalist?

  Hai guys. Back again here di blog dan podcast edisi juli 2021 yay! Gimana kabar kalian ?  Semoga semuanya tetep sehat dan stay sane selama menjalani Lockdown jilid 2 a.k.a PPKM ini ya guys. Aku selalu mengingatkan temen - temen supaya jaga kesehatan dan jangan lupa vaksin serta tetep produktif walau di rumah saja sementara ini :) Kali ini aku akan bahas sedikit hal yang sifatnya bisa menopang pemahaman kalian geng 20s yang sudah siap masuk dunia kerja perihal : mulai dari mana kamu nanti? specialist atau generalist-kah kamu? So here we go! Firstly kita mesti tahu dulu nih apa bedanya specialist dan generalist. specialist ituu orang yang memiliki deep and sharp knowledge and skill di satu bidang khusus atau bidang serumpun. misal kamu jagoan di data engineer lengkap dengan segala bentuk sertifikasi SQL, Phyton dan lainnya. dan dalam perjalanan karir kamu, kamu ga nyicip bidang lain hanya fokus dan jadi master di bidang data. kamu disebut sebagai specialist. sedangkan generali...

Umur 25 harusnya udah punya apasih?

  Hai guys. Ketemu lagi di Blog dan Podcast Episode Juni 2021. Seneng banget akhirnya kita bisa ketemu lagi di Blog dan Podcast Edisi Juni ini gais. Beneran sebucin itu sama kalian sampe nuggu sebulan pun rasa setahun hehehe. Hari ini kita bakal bahas banyak tentang fenomena yang lagi hits sekarang : Umur 25 emang udah punya apasih? wkwwkk Kemarin kan sempet viral tuh ya di sosmed katanya umur 25 udah wajiblah minimal punya tabungan 100 juta. Hmmm menurut kamu gimana?  Tanpa mengurangi rasa hormat dan salut sama anak anak umur 25 yang beneran emang udah punya tabungan 100 juta bahkan lebih nih dan caranya halal, baik daari kerjaan mereka. cuan bisnis, cuan saham, atau hasil bikin konten atauu hasil hibah orangtua (yakan gapapa sikon tiap orang kan beda-beda), gue cuma mau bilang umur 25 bukan akhir dari perjuangan kok gais, bahkan awal perjuangan  dimulai, jadi never judge yourself based on how much money you make when you are 25. Karena hidup ga berakhir di angka 25 jadi...

Book Review : Pour Your Heart Into It

  Hi Guysss, Kangen bangen gak sih baca blog dan dengerin cuap - cuap aku HAHAHA! Akhirnya bisa balik lagi ngobrol bareng kalian di Podcast/ blog Edisi Mei 2021 yang udah lumayan telat ini WKWKW. Well tapi pas banget rilis podcast/blognya hari ini 17 Mei 2021 karena hari ini tepat adalah Hari Buku Nasional. Baru - baru ini gue abis beres kelarin baca salah satu buku bisnis yang bagus. New York Times Best Seller punya dan review - reviewnya emang bagus - bagus. Karena beli satu buku hardcopy itu ga murah maka pastikan lo beli/invest ke sebuah buku yang emang life changing dan bagus buat dibaca. Karena kalo isi bukunya becandaan doang mending kita beli softcopy PDFnya aja di Tokped banyak  hehehe :) Kalo gue pribadi emang tertarik baca buku ga jauh - jauh dari buku self development (that's why I build this blog/podcast channel), novel fiksi/romantisss, buku-buku bisnis dan biografi. Kali ini gue akan membahas isi buku "Pour Your Heart into It" yang menurut gue bagus dan ber...

Gender Gap

  Hai guys welcome back to our Podcast and Blog Channel! Here we are udah maret aja gasiiiih? Semoga kamu semua sehat dan dalam keadaan baik ya sambil menantikan vaksinasi yang semoga segera bisa kalian dapatkan :) Oiya karena 08 Maret 2021 tepat adalah hari wanita internasional, maka kali ini aku terpanggil buat ngebahas tentang gender gap dan posisi wanita itu sendiri di tengah - tengah society saat ini. Pernah gak kalian baca buku best sellernya Allan and Barbara Pease yang judulnya " Why Men don't Listen and Women can't Read Maps?" atauuu yang judulnya" Why Men Lie and Women Cry?". Nah kalo udah pernah baca pasti tahu apa perbedaan habit dan struktur pola pikir wanita dan pria. Itulah yang menyebabkan perilaku, emosi, reaksi dan tindakan pria dan wanita berbeda. Kalo kita memahami tentang ini, kita pasti dapat memahami perbedaan sikap dan perilaku pria dan wanita.  Misalnya pria itu sangat visual dan wanita sebaliknya sangat audiovisual. Makanya wanita w...

How to Avoid Toxic Positivity : Because Being Not Okay is Okay

  Hi Guys All! It's been a while since last month ya. Welcome to February! Setelah kemarin kita menyambut awal tahun dengan mendengar banyak kabar yang kurang baik, Semoga ya Februari ini menjadi bulan yang penuh kabar baik dan harapan baik.  Bulan ini aku bakal ngebahas tentang Toxic Positivity! Iya pernah denger gak tentang Toxic Positivity? Apa itu Toxic Positivity? Ya hal - hal positif tapi ga sepenuhnya positif yah. Yang gimana tuh maksudnya? Yang disebut Toxic Positivity adalah mengovergeneralisir rasa bahagia dan optimis dan meniadakan emosi autentik manusia yang sebenarnya.  "Positive Vibes" itu one thing ya. Tapi konteks ini tidak selalu berlaku benar di segala keadaan. Pada saat - saat tertentu manusia dibolehkan untuk merasa lelah, tidak yakin, unmotivated, gagal dan butuh didengarkan. Sometimes being not okay is okay kok. Tidak selamanya kita harus denial dengan perasaan kita dan menggeneralisir bahwa semuanya baik - baik saja padahal tidak demikian sama sekal...