Skip to main content

Happy New Year 2020! So What is Your Resolution?



Happy New Year 2020 semuanyaaaaaa.

Seneng banget yah akhirnya kita udah memasuki tahun 2020 dan melalui 2019.

Gimana 2019 - nya? Yang namanya ups and downs pasti ada yaah.
Ya namanya hidup kan proses. Jadi syukuri saja segala bentuk ups-downs nya karena semua proses hanya akan membentuk kita menjadi lebih baik lagi.

Walaupun kemarin mengawali 2020-nya sempet rame pake drama banjir Jabodetabek.
Syukurnya sekarang udah surut yah banjirnyaa :)) Hope everything fine guys untuk kalian semua.
Semoga semua dalam keadaan sehat, aman dan tidak kekurangan suatu apapun.

Well ngebahas 2020 nih.
Setiap kali mengawali tahun , setelah kaleidoskop-an 2019 udah ngapain aja, resolusi apa yang kesampaian, apa yang enggak, terus introspeksi diri nahh abis itu biasanya kita lanjut bikin resolusi 2020.

Aku mau sharing sedikit tentang gimana mengawali tahun baru.

Aku tipe yang setiap awal tahun pasti bikin resolusi dan itu di ketik dongg di Ms. Word HAHAHAA
Jadi setiap awal bulan aku bisa cek nih progres aku towards resolusi tahunan kuu.
Karena ketikan-nya di laptop, jadi setiap hari abis kerja bisa sekalian liat resolusi diri.
Biasanya aku membaginya ke beberapa concern hidup misalnya : Sisi religi, self development, kesehatan, karir, percintaan, keuangan dan keluarga.
Jadi aku akan tuliskan tuh per-point dari masing-masing concern , apa yang mau aku capai dan kira - kira timelinenya kapan. Aku otomatis akan carry over resolusi tahun sebelumnya yang belum tercapai ke resolusi tahun baru tersebut.

Dengan demikian,setiap hari, setiap bulan aku akan rely ke resolusi tahunan ku tersebut.
Dan berusaha mewujudkannya dengan mem-break down tiap - tiap resolusi tadi ke langkah nyata dan konkret sedikit demi sedikit untuk merealisasikan goals tersebut.
Misalnyaa aku mau 2020 aku bisa lebih langsing. Aku melanjutkan apa yang sudah kumulai di 2019 (ambil kelas gym misalnya) dan menambah frekuensinya, lebih hati - hati sama makanan dan banyak mengonsumsi lebih banyak air dan serat. Jadi intinya resolusi tahunan itu ga jauh -jauh dari : KONSISTENSI (melanjutkan terus apa yang sudah baik, jangan kendor di tengah jalan, jangan mundur!) daan EKSTENSI (peningkatkan dari yang sebelumnya kurang menjadi baik - yang baik menjadi lebih baik).

Ga heran resolusi tahunan harusnya ga akan berkurang meskipun goals2 tahun sebelumnya sudah checklisted karena kita harus terus upgrade diri dan mimpi setiap tahunnya.

Nah abis itu sebelum tutup tahun, aku akan final check resolusi aku dan menandai apa yang terwujud - apa yang tidak, dan memahami apa alasan tidak terwujudnya beberapa resolusi. Sehingga di tahun berikutnya (carry over resolusi), harapan yang satu ini harus lebih diupayakan lagi. Sisanya aku akan totalin kira - kira kasarannya nih berapa persen sih cita2 tahun ini yang terwujud dan mengapa. Yah buat pembelajaran juga di tahun baru nanti yekhannnn.

Well aku ga tipe ngoyo juga sebenernya. Ga tercapai ya gapapa. Cuma yang aku yakini hidup itu harus bergerak .Harus dinamis. Never be the same. Kok yo 365 hari lewat, hidup begitu2 aja / tidak moving , bisa betah ya. Diupayakan moving-nya ke atas. Jangan kebawah. Lamban asal pasti lebih baik. Daripada cepattt tapi gak abadi.

Menurutku perlu sih setiap anak muda bikin resolusi.
Yang ditulis / diketikkk yaaaaa. Beda deh kalo dicatet sama diangan-angankan ajaa.
Resolusi itu seperti parameter yang mengingatkan kita tentang betapa baiknya Tuhan sepanjang tahun sama kita,mengingatkan betapa kita hanya bisa berencana - namun Tuhan Maha MEMUTUSKAN. Berdamai dengan fakta itu membuat kita lebih bersyukur dan tetepp gas pol semangat berusaha dan memperbaiki diri di tahun berikutnya, berpengharapan di tahun berikutnya.
Tapi juga jadi tidak bersusah hati kalo resolusi-nya banyak yang masih skip. Karena pada akhirnya manusia hanya bisa berencana Tuhan yang menentukan.
Skip buat saya pribadi rapopo, yang gak rapopo kalo melewatkan resolusi-nya skipp karena tidak diusahakan atau malah bahayanya kalo resolusi - nya tidak dibuat dari awal. Weleh  weleeeh (aimless life).

Jadi kalian gimana.
Sudah bikin Resolusi 2020 youngsters? ^^

Have a sparkling 2020 yah dear 20s fellas.


-laura







Comments

Popular posts from this blog

You Are The Average of The 5 People You Spend The Most Time With

Hai guys! It's July 2019 finally yay (udah mid july sih anyway yah hahahah). Buat materi edisi juli ini gue akan bahas salah satu topik terkait Network/Networking. Pernah denger kan ada quote yang bilang "It's not about what you know. It's about who you know" Dipikir - pikir itu bener juga. Dalam hubungan bisnis / pekerjaan yang melibatkan banyak orang / interaksi sosial mau gamau, suka gasuka, network akan mengambil peranan penting. Prestasi dan etos kerja baik dibarengi dengan network yang bagus - kenal sama orang - orang yang tepat dan berpengaruh itu akan mengeskalasi dengan cepat karir/peluang bisnis Anda. In this complicated world, well the fact is ya kita gabisa hidup tanpa orang lain, tanpa saran/masukan atau referensi orang lain. Nah disinilah pentingnya Networking! Nah setelah tau betapa pentingnya networking buat karir / bisnis kita. Mungkin next question kita adalah gimana caranya bisa membangun network/ bergaul baik dengan banyak or...

Adversity Quotient

Hi there! Welcome back to Podcast and Blog Make The Most of Your 20s! Ga kerasa kita udah di akhir Agustus 2021 dan udah siap - siap memasuki September loh hihihi. Apa kabar kalian I hope you guys all are safe and sound.  Kali ini aku akan bahas tentang salah satu kecerdasan yang disebut paling sering dianggap sebagai kecerdasan utama penentu kesuksesan seseorang selain IQ, SQ dan EQ. Apakah itu? Yap tepat banget AQ alias Adversity Quotient. Apa itu AQ? AQ adalah kecerdasan mengatasi kesulitan. Siswa yang memiliki AQ tinggi disebut siswa climber. Siswa climber gigih, ulet, dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar penyelesaian jika menghadapi kesulitan.  Nah kalo saat melamar pekerjaan atau tes masuk sekolah kamu wajib memenuhi minimal persyaratan standar pendidikan, disana rekruter akan menilai IQ kamu atau Intelectual Quotient kamu. Seberapa mampu kamu menyelesaikan persoalan logika dan akademis sebagai basic skill yang membuat kamu ...

Fenomena Flexing

  Image Source : Wahana News      Hi guys. Baack again with us here di episode blog dan podcast kita edisi Maret 2022. Hope you guys all are doing well dan semakin hepi menjelang bulan puasa ini yaa. Seneng gasih udah bisa tarawih dan mudik lagi asalkan udah pada boosteer?  Semoga pelonggaran kebijakan bepergian ini beneran menandai semakin dekatnya kita balik ke normal lama yaaa :))   Kali ini kita bakalan bahas topik mengenai flexing ! Yap kata yang lagi jadi trending topic banget dimana - mana terutama di sosmed gasih hahaha. Jadi apa sih flexing itu?   Perilaku flexing dipahami sebagai sikap konsumtif yang mencolok, menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah dan layanan premium demi menunjukkan status atau kemampuan finansial.   Belakangan ini kan kita sering lihat ya sebuah fenomena sosial baru yang berkembang di era social media saat ini yaitu banyaknya konten - konten pamer atau flexing di berbagai media sosial. Era sosial me...